Home Pemerintahan Pemda Sumbawa Segera Ganti Rugi Lahan BBU Sering

Pemda Sumbawa Segera Ganti Rugi Lahan BBU Sering

26
0

Sumbawa Besar- Lahan BBU yang berlokasi di Desa Sering Kecamatan Untir Iwis yang telah dialih fungsikan menjadi lahan tempat pembangunan RSUD Sumbawa sebagaimana saat ini sedang dalam pengerjaan selalu menjadi sorotan dan perbincangan Publik, apakah akan diganti atau lain sebagainya tetap masih menjadi tanda tanya.

Untuk menjawab pertanyaan dan rasa penasaran publik terkait keberadaan lahan BBU pengganti, wartawan media ini mencoba mencari tau dan menggali informasi seputar lahan penggati BBU yang telah dijadikan tempat pembangunan RSUD Sumbawa.

Melalui Kepala Bagian Pertanahan Setda Sumbawa, Kaeruddin, SE,. M.Si,. yang dikonfirmasi diruang kerjanya, Rabu (09/10/2019) mengatakan bahwa,
Pemkab Sumbawa berkomitmen melakukan penggantian lahan Balai Benih Utama (BBU) Sering yang telah dialih fungsikan menjadi rumah sakit dan nformasinya telah ada beberapa lokasi rencana pengganti sehingga pemerintah melalui Bagian Pertanahan akan segera melakukan penilaian untuk lahan pengganti tersebut.

“Pemerintah memiliki kewajiban untuk mengganti lahan BBU yang telah dialih fungsikan tersebut, oleh karena itu pertanahan telah berkoordinasi dengan Dinas Pertanian untuk menentukan lokasi yang layak sebab anggaran untuk dilakukannya appraisal telah tersedia,”

Pemerintah telah berkomitmen untuk mengganti lahan BBU, tinggal menunggu respon Dinas Pertanian sebab mereka yang punya kuasa barang terhadap pemanfaatan lahan pengganti tersebut.

“Jadi data standar untuk lokasinya kita minta di Pertanian, dimana lokasi yang layak untuk diadakan lahan pengganti dan setelah ada data dari Pertanian, baru kita turun untuk dinilai oleh appraisal,” jelas Khaeruddin.

Informasi terakhir dari Pertanian, telah ada beberapa lokasi dan rencananya akan segera dilakukan penilaian terhadap lokasi yang ditunjuk oleh Dinas Pertanian.

“setelah berkordinasi dengan Dinas Pertanian, kemungkinan akhir bulan ini atau awal bulan depan kita sudah turun untuk menilai lokasi tanah yang ditunjuk dan sesegera mungkin kita lakukan penilaian untuk pengganti lahan BBU,” terang Khaeruddin.

Untuk diketahui, sebelum dilakukan penilaian, ada beberapa pertimbangan yang mesti dilakukan, mengingat luas tanah BBU Sering semuanya sekitar 9 Hektar dan anggaran yang tersedia saat ini tidak bisa memenuhi bila tanah lahan BBU penggati harus disatukan disatu tempat atau sekaligus, jadi alangkah baiknya tanah tersebut dipisah-pisah.

“Luas lahan BBU Sering sekitar 9 Hektar, Pemda menawarkan agar lahan tersebut dipisah per dua hektar atau tiga hektar sampai totalnya sembilan hektar dan tidak mesti disatu tempat, mengingat anggaran yang terbatas namun semua itu diserahkan kepada Dinas Pertanian,” tutup Khaeruddin. (bs/ril)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here