Home Sosial Budaya Tradisi Mangan Barema Wujud Syukur Warga Desa Tatede Atas Hasil Panen...

Tradisi Mangan Barema Wujud Syukur Warga Desa Tatede Atas Hasil Panen Yang Melimpah

424
0

Sumbawa Besar- Pulau Sumbawa adalah salah satu pulau yang ada di Nusa Tenggara Barat (NTB) yang kaya dengan berbagai tradisi adat istiadat, salah satu tradisi masyarakat Sumbawa yang nyaris punah adalah Junjung Pasaji dan Mangan Barema dengan menggunakan pakaian adat. Tradisi ini biasanya dilaksanakan setelah hasil panen dari pertanian masyarakat yang melimpah.

Tradisi ini masih tetap dilestari oleh masyarakat di Desa Tatede Kecamatan Lopok Kabupaten Sumbawa yang diawali atau dilakukan oleh ratusan kaum hawa di daerah budaya Desa Tatede mengenakan pakaian adat bernama “Betedung Batuntang” yang beriringan sambil menjunjung makanan atau sajian menuju kantor desa setempat untuk menjamu tamu kehormatan pada acara Mangan Barema (makan bersama) dengan maksud mensyukuri nikmat hasil panen yang melimpah dari Allah SWT.

Hadir dalam kesempatan ini, Kades Tatede,Bupati Sumbawa HM Husni Djibri, B.Sc,. Camat Lopok, Kapolsek Lopok, Babinsa Lopok dan para tokoh masyarakat Desa Tatede.

Subadri selaku Kepala Desa Tatede Saat diwawancarai mengatakan,tradisi mangan barema ini adalah tradisi turun temurun peninggalan nenek moyang dari zaman dahulu yang hingga saat masih tetap diadakan oleh masyarakat tatede setiap selesai panen.

Rasa syukur kepada tuhan yang maha kuasa atas hasil panen yang telah diberikan oleh yang kuasa kepada para petani yang ada di Desa Tatede sehingga masyarakat secara beramai-ramai menyiapkan satu rumah satu bakulan makanan siap saji tidak lupa buah-buahan hasil kebun dan sawah ikut pula disajikan.

Tradisi mangan barema ini,selain rasa syukur kepada tuhan yang maha kuasa atas hasil panen,tradisi ini juga sebagai ajang silaturrahmi antar warga serta mempererat tali persaudaraan,suasana ramai berkumpul disatu titik dan makan bersama tidak ada perbedaan antara si kaya dan si miskin semuanya bercampur melebur dalam acara mangan barema ini.

“insa Allah tradisi akan tetap kami adakan dan tetap kami pertahankan untuk diteruskan oleh anak cucu kita kelak agar bisa tetap dilestarikan,karna banyak makna dan pelajaran yang bisa diambil dari kegiatan ini,selain mempererat tali silaturrahmi antar warga juga sebagai contoh kepada generasi selanjutnya bahwa adat dan budaya mengajarkan kita untuk selalu bersyukur akan nikmat tuhan yang telah diberikan kepada kita,”ujar Kades.

Semntara itu,Bupati Sumbawa HM Husni Djibril, B.Sc,. saat diwawancarai media ini, Kamis, (03/10/2019) mengatakan, Mangan Barema yang diawali dengan ratusan wanita menggunakan pakaian adat yang bernama Betedung Batuntang menjunjung makanan siap saji untuk dibawa ke kantor desa guna menyambut tamu-tamu yang akan menyantap makanan tersebut merupakan tradisi nenek moyang yang sampai sekarang masih tetap dilestarikan secara turun temurun terutama dalam rangka mensyukuri nikmat hasil panen yang melimpah dari Allah SWT untuk para petani serta tradisi ini juga menjadi ajang silaturrahmi sesama warga desa, serta masyarakat dari kecamatan lainnya.

“Tradisi ini adalah wujud rasa syukur warga masyarakat Desa Tatede atas melimpahnya hasil pertanian yang disajikan dalam satu wadah berisi nasi dan aneka ikan berukuran besar serta ayam dan sayur serta setiap satu dulang diberikan kepada satu orang tamu yang hadir,”

Sebagaimana kita tau di Kabupaten Sumbawa ini banyak sekali tradisi-tradisi lama yang tidak semua masyarakat di desa masih mempertahankannya oleh karena itu, saya pribadi sangat mendukung serta bersyukur karena masyarakat Desa Tatede ini masih menjaga dan melestarikan tradisi Mangan Barema ini sebagai simbol kekompakan dan kebersamaan antar warga baik masyarakat yang datang dari kecamatan lain maupun masyarakat satu kecamatan yang harus tetap dijaga dan dilestarikan, terang Bupati.

Bupati berharap kegiatan seperti ini dapat terus dipertahankan karena merupakan salah satu tradisi masyarakat yang nyaris punah, disamping menambah kekompakan dan kebersamaan antar warga juga sebagai simbol bahwa Sumbawa ini kaya akan budaya-budaya lokal, tutup Bupati.(bs/sf/ril)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here